Minggu, 03 Juni 2012

banyak minum air putih dapat mengurangi tingkat diabetes

Jakarta, Bila ingin menjauhi risiko diabetes, ada baiknya Anda mengganti minuman bersoda dan minuman manis lainnya dengan air putih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak minum air putih dapat menurunkan risiko diabetes.

Peneliti di Harvard School of Public Health menemukan bahwa mengganti minuman manis dengan air putij dapat membantu mencegah gangguan metabolisme, yang pada gilirannya dapat memangkas risiko diabetes.

Temuan ini didasarkan pada penelitian kebiasaan minum pada 83.000 wanita yang sudah dipelajari selama lebih dari satu dekade (10 tahun). Seiring waktu, sekitar 2.700 dari partisipan mengembangkan diabetes.

Wanita yang minum minuman bersoda dan jus buatan memiliki risiko diabetes lebih tinggi, sekitar 10 persen lebih tinggi untuk setiap gelas yang dikonsumsi setiap hari.

Tim peneliti memperkirakan bahwa jika wanita mengganti satu gelas minuman bersoda atau jus buah buatan dengan satu gelas air putih, maka risiko diabetes akan turun sekitar 7 hingga 8 persen.

"Meskipun penurunan risiko tidak terlalu besar, karena diabetes begitu umum dalam masyarakat kita, tapi bahkan 7 atau 8 persen penurunan risiko sudah cukup besar dalam hal populasi," jelas Dr Frank Hu, pemimpin penelitian dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir Dailymail, Minggu (3/6/2012).

Studi Dr Hu, yang telah diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, juga menemukan bahwa kopi tanpa gula atau teh mungkin menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan minuman manis.

Para peneliti memperkirakan bahwa mengganti satu gelas minuman bersoda atau jus buah dengan satu cangkir kopi atau teh bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 12 menjadi 17 persen.

Dr Hu mengatakan penelitian ini penting dalam menunjukkan bahwa jus buah buatan tidak optimal untuk dijadikan pengganti soda atau minuman manis lainnya.

"Kenyataannya adalah jus buah buatan mengandung jumlah kalori yang sama dan gula sebagai minuman ringan. Intinya bahwa air putih adalah salah satu pilihan yang bebas kalori yang terbaik untuk minuman dan jika air terlalu polos, Anda bisa menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis," jelas Dr Hu.

evidance based pantangan kehamilan

Mitos Yang Berkembang Di Masyarakat Tentang Makanan Berpantang Bagi Ibu
Hamil.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hartanti Bahar Amd,keb dengan judul Kondisi sosial budaya berpantang makanan dan implikasinya pada kejadian anemia ibu hamil (Studi kasus pada masyarakat pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Abeli di Kota Kendari) Tahun 2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan yang dipantang oleh ibu hamil selama masa kehamilan terdiri atas golongan hewani, golongan nabati dan gabungan dari keduanya (golongan nabati dan hewani).
Makanan yang dipantang ibu hamil dari golongan hewani adalah cumi-cumi, gurita, kepiting, daging, kepiting dan udang yang baru ganti kulit, ikan pari, ikan yang tidak memiliki lidah, ikan yang memiliki banyak duri (terundungan) dan telur bebek. Kepercayaan berpantang makan ini didasarkan atas hubungan asosiatif antara bahan makanan tersebut menurut bentuk atau sifatnya dengan akibat buruk yang akan ditimbulkan bagi ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Ibu hamil berpantang makan cumi-cumi sebab cumi-cumi berjalan maju mundur diasosiasikan dengan proses melahirkan yang sulit di pintu lahir, bayi akan menyulitkan persalinan dengan maju mundur pada saat proses kelahiran.
Kepiting dilarang karena dikhawatirkan anak akan nakal dan suka menggigit jika besar. Gurita dilarang sebab bersifat lembek diasosiasikan dengan bayi yang juga akan lemah fisiknya seperti gurita. Kepiting dan udang yang baru ganti kulit dilarang sebab bertekstur lembek tidak bertulang diasosiasikan dengan anak yang juga akan lemah tak bertulang jika lahir, begitu juga dengan ikan pari dipantang karena memiliki tulang lembut dipercayai akan menyebabkan bayi juga bertulang lembut, daging dipantang karena dikhawatirkan ibu akan kesulitan melahirkan jika bayinya terlalu sehat, ikan yang bemiliki banyak duri (terundungan) dilarang karena akan menyebabkan perasaan ibu hamil tidak enak dan menimbulkan rasa panas selama kehamilan, telur bebek dipantang karena akan menyulitkan persalinan.
Makanan yang dipantang oleh ibu hamil dari golongan nabati adalah mangga macan, durian, nenas, nangka, sayur rebung, pisang kembar, daun kelor, nangka muda, kelapa muda, pepaya muda, terong dan tebu.
Ibu hamil berpantang makan mangga macan, durian, nenas, dan nangka karena dianggap bersifat panas dikaitkan dengan keyakinan dikotomi panas dingin. Ibu hamil dianggap dalam kondisi dingin sehingga tidak boleh makan makanan yang sifatnya panas sebab dapat menyebabkan keguguran kandungan pada umur kehamilan muda. Kelapa muda dipantang pada awal kehamilan karena dapat mengakibatkan keguguran, rebung dilarang karena dikhawatirkan akan menyebabkan anak memiliki banyak bulu/rambut jika lahir, pisang kembar dipantang diasosiasikan anak juga akan kembar jika lahir, daun kelor dilarang karena mengandung getah yang pedis yang akan menyebabkan rasa sakit dalam proses kelahiran dikenal dengan sebutan “getah kelor”, juga karena daun kelor yang berakar diasosiasikan dengan ari-ari bayi yang juga akan berakar.
Ibu hamil berpantang mengkonsumsi nangka muda karena nangka muda juga memiliki getah yang akan menyebabkan rasa sakit dalam proses kelahiran. Pepaya muda dipantang karena dapat menyebabkan gatal-gatal pada ibu hamil dan bayi yang ada didalam kandungan. Terong dilarang karena juga dapat mengakibatkan gatal-gatal pada ibu dan bayinya. Tebu dilarang karena akan menyebabkan rasa sakit karena ibu akan mengeluarkan banyak air mendahului proses kelahiran diasosiasikan dengan tebu yang juga mengandung banyak air.
Berpantang makan dari golongan hewani dan nabati berupa: mengurangi porsi makan (kuantitas), pantangan makan sembunyi-sembunyi, dan pantangan makan di waktu-waktu tertentu. Berpantang makan dipiring besar juga disertai tidak boleh makan dengan beberapa piring.
Makan dipiring besar diasosiasikan dengan bayi yang juga akan memiliki ari-ari yang besar dan dapat menyulitkan persalinan. Makan dipiring terpisah diyakini akan mengakibatkan proses melahirkan akan tersendat-sendat. Makan sembunyi-sembunyi saat hamil di yakini akan menyulitkan persalinan dengan keluarnya feses pada saat melahirkan. Makan diwaktu magrib dipantang sebab waktu magrib diasosiasikan dengan waktu keluarnya makhluk halus yang dapat membahayakan kehamilan.
Informasi yang diperoleh dari salah satu tokoh masyarakat (HS, 71 tahun) mengenai pantangan dan larangan selama kehamilan, larangan-larangan dan pemali-pemali banyak ditemui pada suku Bugis, Buton dan Bajo. Khusus pada suku Tolaki kepercayaan dan pantangan-pantangan tersebut sudah jarang ditemukan bahkan tidak ada. Hal ini juga di dukung dengan hasil observasi kepada salah satu ibu hamil dari Suku Tolaki (ER, 32 tahun) yang menyatakan bahwa selama hamil dari anak pertama hingga anak ketiga tidak ada pantangan makan dan pemali yang dianut dan dilaksanakannya.
2.3 Evidence Based Tentang Makanan Berpantang Bagi Ibu Hamil
a.                                                    Dulu                  :Wanita hamil dianjurkan minum minyak kelapa (satu sendok makan per hari) menjelang kelahiran.Maksudnya agar proses persalinan berjalan lancar.
Sekarang          :Semua unsur makanan akan dipecah dalam usus halus menjadi asam amino, glukosa, asam lemak, dan lain-lain agar mudah diserap oleh usus.
b.      Dulu                 :wanita hamil dilarang minum air es agar bayinya tak besar.
Sekarang          :Sebenarnya, yang menyebabkan bayi besar adalah makanan yang bergizi baik dan faktor keturunan. Minum es tak dilarang, asal tak berlebihan. Karena jika terlalu banyak, ulu hati akan terasa sesak dan ini tentu membuat ibu hamil merasa tak nyaman. Lagipula segala sesuatu yang berlebihan akan selalu berdampak tak baik.
c.       Dulu                 :ibu dillarang makan ikan mentah agar bayinya tak bau amis.
Sekarang          :Bayi yang baru saja dilahirkan dan belum dibersihkan memang sedikit berbau amis darah. Tapi ini bukan lantaran ikan yang dikonsumsi ibu hamil, melainkan karena aroma (bau) cairan ketuban. Yang terbaik, tentu saja makan ikan matang. Karena kebersihannya jelas terjaga ketimbang ikan mentah.
d.      Dulu                 :Ibu hamil dilarang makan buah stroberi, karena mengakibatkan bercak-bercak pada kulit bayi.
Sekarang          :Tak ada kaitan bercak pada kulit bayi dengan buah stroberi. Yang perlu diingat, jangan makan stroberi terlalu banyak, karena bisa sakit perut. Mungkin memang bayi mengalami infeksi saat di dalam rahim atau di jalan lahir, sehingga timbul bercak-bercak pada kulitnya.


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
     Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa faktor nilai dan norma dalam sosial budaya yang berkaitan dengan kepercayaan tertentu terhadap makanan mempunyai relasi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2010. Perilaku berpantang makan makanan ini meliputi berpantang makan golongan hewani yakni cumi-cumi, udang, kepiting, gurita, telur bebek dan beberapa jenis ikan. Golongan nabati meliputi daun kelor, rebung, tebu, sayur terong, nangka dan papaya muda serta beberapa jenis buah-buahan. gabungan keduanya berupa mengurangi porsi makan selama hamil dan pantangan makan di waktu-waktu tertentu.(Hartanti bahar,2010)

B.     Saran
                                                    i.            Hendak nya ibu dan keluarga tidak mudah mengikuti mitos yang sudah menjadi ada-istiadat setempat,ada baik nya ibu hamil dan keluarga bertanya langsung kepada Bidan dan tenaga medis setempat serta membaca referensi tentang gizi-gizi yang harus dicukupi oleh seorang ibu hamil
                                                  ii.            Seorang bidan dan tenaga kesehatan hendaknya sering-sering memberikan pedkes pada masyarakat setempat agar masyarakat dapat merubah pola pikirannya tentang makanan yg dianggap pantang dimakan oleh ibu hamil yang sejatinya sangat diperlukan untuk perkembangan janin yang dikandungnya.

Askeb Nifas riwayat SC dan asi tidak keluar


ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU NIFAS

 Tanggal masuk                  : 08 – 05 – 2012 Jam 11.30 WIB
 Tanggal pengkajian           : 08 – 05 – 2012 Jam 22.00 WIB.

I.      Pengumpulan Data Dasar

A. Biodata                       Ibu                                            Suami

·   Nama                                 : Ny. Y                                                          Tn. H
·   Umur                                  : 31 tahun                                                   32 tahun
·   Alamat                               : Bojongsari                                               Bojongsari
·   Pekerjaan                         : Swasta                                                     Swasta
·   Status Perkawinan          : Menikah                                                   Menikah
·   Lama Perkawinan           : 3 tahun                                                     3 tahun
·   Agama                               : Islam                                                         Islam
·   Pendidikan                       : D-3                                                            D-3
·   Kewarganegaran            : WNI                                                           WNI

B.    Riwayat persalinan

·   Para                                                                   : P2AO
·   Tanggal dan jam persalinan                         : 8 MEI 2012 / 10.20 WIB
·   Jenis kelamin                                                   : Perempuan
·   BB/PB/AS                                                          : 2200 gr/ 40cm/ (Apgar Score 8/9)
·   Lama persalinan                                             : 60 menit
·   Jenis Persalinan                                              : SC
·   Jumlah perdarahan                                        : 200cc
·   Penyulit Persalinan                                         : Riwayat SC

C.    Riwayat  kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

No
GPA
Umur Kehamilan
Persalinan
Keadaan Nifas
Keadaan Bayi
Umur Anak Sekarang
Tempat
Tanggal
Penolong
Cara
Penyulit
1.




2.
P1AO




P2AO
38 minggu 2 hari



38 minggu
RSUD PBG



RSUD PBG
2010




8 mei 2012
Dr.Sp.OG




Dr, Sp.OG
SC




SC
 Letsu




Re SC
Baik




Baik
Sehat




Perempuan, BB=2200gr
2 tahun




0 hari




D.    Riwayat  kesehatan Ibu
Riwayat  kesehatan sekarang
·         Keluhan utama                                            :
-          Pasien datang dari IBS post SC a/i Riwayat SC hari O dengan nyeri luka SC dan putting susu inverted.
·         Keluhan  lain                                                                 : -
Penyakit yang pernah dialami  Ibu:
·           Asma                                                      : tidak ada                    
·           TBC                                                        : tidak ada
·           DM                                                          : tidak ada            
·           TORCH                                                  : tidak ada
·           Jantung                                                : tidak ada              
·           Hipertensi                                             : tidak ada
·           Hepatitis                                                : tidak ada             
·           Kanker                                                  :  tidak ada
   ·      Operasi  yang pernah dialami          :  Sectio Caesaria

E.    Riwayat  kesehatan keluarga
 Penyakit:
·            Asma                                                     :  tidak ada            
·            Paru                                                       : tidak ada
·            DM                                                         :  tidak ada
·            Jantung                                                :  tidak ada                    
·            TBC                                                        : tidak ada
·            Hepatitis                                               : tidak ada
·            Keturunan kembar                             : tidak ada

F.    Riwayat menstruasi
·            Menarche                                              : 13 tahun                             
·            Lama                                                     : 1 – 4  hari
·            Siklus                                                     : 28 hari                
·            Banyaknya                                            : ganti pembalut  3x / hari

  1. Kehidupan Seksual dan kontrasepsi
Kehidupan seksual:
·            Frekuensi seksual                               : 3 kali/ minggu
·            Keluhan                                                 : –
Kontrasepsi
·                      Alat kontrasepsi sebelumnya     : IUD
·                     Keluhan                                                           : –
·                     alat kontrasepsi sekarang                           : Ibu sudah dipasang IUD saat SC
·            Alasan                                                   : Praktis

H.    Data Kebiasaan Sehari-hari
·               Pola Nutrisi sehari-hari
-       Sebelum Nifas                                                 :
ibu makan 3x/hari ( nasi, lauk pauk dan sayur ½ porsi, serta minum 7-8 gelas per hari )
-       Saat Nifas                                          :
ibu makan 3x/hari ( nasi, lauk pauk dan sayur ¾  porsi, serta minum 7-8 gelas per hari )
·         Pola Eliminasi sehari-hari
-   Sebelum Nifas:
Ø  BAB                                                 : 1 – 2 kali/hari
Ø  BAK                                                : 5 – 8 kali /  hari
-       Saat Nifas :
Ø  BAB                                                 : blm BAB post SC sehari
Ø  BAK                                                : Terpasang DC urine produktif 250 cc, warna kuning kecoklatan
Ø  Flatus                                             : 1 kali

I.      Riwayat  Sosial

·         Respon ibu terhadap bayi                     :
-          Ibu merasa senang terhadap kelahiran bayi
·         Penerimaan  keluarga terhadap bayi :
-          Suami dan keluarga senang dengan kelahiran bayi

J.     Pemeriksaan Fisik

1.     Keadaan Umum

-       Kesadaran                                    : Composmentis                                                 

-       Pernafasan                                   : 18 kali/menit                      

-        Tinggi badan                               :  160 cm

-       Nadi                                               :  84  kali/ menit                                   

-       BB selama hamil                         :  68 kg  

-       BB sekarang                                 : 56 kg

-       Tekanan darah                            : 120/80  mmHg 

-       Suhu                                               : 36.5oC


2.     Rambut                                                     : bersih dan sukar dicabut                                

3.     Muka                                                          : tidak oedema

·   Mata                                                       :pandangan tidak kabur                                   
-       Rangsang pupil                           : Mengecil                            
-       Sklera                                            : tidak ikterik
-       Conjungtiva                                  : tidak anemis                                      
-        Hidung                                          : Polip ( - )

·   Cloasma                                                               : ada
·   Mulut                                                      : tidak sariawan, tidak ada caries gigi            
-       Lidah                                              : bersih

4.     Leher        

-       Pembesaran kelenjar  thyroid  :  tidak ada                           
-       Parotitis                                         : tidak ada

5.     Kulit

-       Turgor                                            : normal                                                               

6.     Payudara

-       Nyeri                                              : tidak ada                                           
-       Warna                                            : tidak kemerahan             
-       Putting susu                                  : tidak menonjol (inverted)                , ujungnya tidak pecah
 -      Demam                                         : tidak ada
 -      ASI                                                  : belum keluar
 -      Pembengkakan                           : tidak ada
       

7.     Jantung    

-       Ritme                                                             : Reguler                                                                                 

8.     Abdomen

-       Hepar                                            : tidak teraba        
-       Otot Abdomen                              : sedang
-       Luka bekas operasi                    : ada memanjang  ± 20 cm tertutup khasa sterril
-       TFU                                                                : setinggi pusat    
-       Kontraksi Uterus                          : Keras
                                                                    

9.     Ekstremitas:

Superior                                                : Terpasang infus RL 20 tetes permenit
Inferior                                                   :  tidak terdapat oedema dan varises
Reflek pattela                                       :  (+)

10.   Genetelia

·   Genetalia eksterna                              : Tidak ada kelainan pada vagina
       
·   Pengeluaran pervaginam
-       Lochea                                         : rubra
-       Jumlah                                         : ganti pembalut  3 kali/hari
-       Warna                                            : merah segar
-       Bau                                                 : Khas
-       Bekuan                                          : tidak ada

11.   Kandung kemih       :

-       Kekuatan fungsi otot uretra       : sedang
-       Tidak ada kelainan

12.   Anus

-       Tidak ada kelainan

K.    Pemeriksaan Penunjang

-       Pemeriksaan Laboratorium      : 8 mei 2012 pukul :
-       HB                                                  : 12.1 gr %
-       Protein urine                                 :
-       Glukosa uriine                           :
-       Leukosit                                         : 8.900         
-   Pemeriksaan Lain-lain                                    : HbSAG (–)

II.     Interprestasi data
A.   Diagnosa Kebidanan
Ny. Y umur 31 tahun P2A0 Post SC a/i Re SC hari ke-0  dengan nyeri luka SC dan putting susu inverted

Data Subyektif                                                      :
-             Ibu mengatakan bernama Ny. Y 31 tahun
-             Ibu mengatakan melahirkan anak ke-2 dengan saecar  dan belum pernah keguguran
-             Ibu mengatakan nyeri pada luka operasi SC
-              Ibu mengatakan tidak bisa menyusui bayinya

Data Obyektif                                                        :

Keadaan Umum

-         Kesadaran                                  : Composmentis                                                 

-         Pernafasan                                 : 18 kali/menit                      

-         Nadi                                             :  84  kali/ menit                                   

-         Tekanan darah                          : 120/80  mmHg 

-         Suhu                                             : 36.5oC

-             Ibu tampak menahan rasa nyeri saat latihan mobilisasi
-             Putting susu tampak inverted dan asi belum keluar saat menyusui bayi
-             Terdapat luka SC ±20cm
-             Lokhea rubra berwarna merah segar
-             Kontraksi uterus keras

B.  Masalah
-             Gangguan rasa nyeri
-             Putting susu inverted

Dasar Subyektif   :  
-             Ibu mengatakan nyeri pada luka operasi SC
-             Ibu mengatakan tidak bisa menyusui bayinya

                 
Dasar Obyektif                     :
-             Ibu tampak menahan rasa nyeri saat latihan mobilisasi
-             Putting susu tampak inverted dan asi belum keluar saat menyusui bayi
-             Terdapat luka SC
 
III.        Diagnosa / Masalah Potensial ( bila ada )
-             Resiko  mastitis
                               
IV.        Kebutuhan Langsung
Kolaborasi dengan Sp.OG untuk pemberian terapi :
-         Injeksi Cefotaxime    2x1 gr
-         Injeksi Ketorolac      2x1 ampul
-         Injeksi Pospargin     2x1 ampul

V.         Rencana Tindakan
A. Tujuan
1.       Nyeri luka SC berkurang
2.       Putting susu menonjol
3.       Tidak terjadi mastitis
B. Cara
1.       Mengajarkan relaksasi
2.       Mengajarkan perawatan payudara dan perawatan putting susu
3.       Memotivasi ibu untuk sering menyusui

C.  Teknik
1.       Teknik relaksasi nafas dalam
2.       Teknik Breast Care dengan teknik nipple puller
3.       KIE tentang teknik menyusui

VI.       Pelaksanaan Tindakan
                            Prosedur
                            Tanggal/Jam            : 8 Mei 2012 / Jam: 22.30
               Jam 20.30             Mengkaji K/U ibu
-          Memonitor VS
-          Mengkaji rasa nyeri
                                Jam 22.00             Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam dengan cara :
1.     Ciptakan lingkungan yang tenang
2.     Usahakan tetap rileks dan tenang
3.     Menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara melalui hitungan 1,2,3
4.     Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstrimitas atas dan bawah rileks
5.     Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
6.     Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut secara perlahan-lahan
7.     Membiarkan telapak tangan dan kaki rilek
8.     Usahakan agar tetap konsentrasi / mata sambil terpejam
9.     Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
10.  Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
11.  Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali.
12.  Bila nyeri menjadi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan cepat
-       Menganjurkan ibu untuk istirahat

    Evaluasi                                 :  9 Mei 2012/ Jam: 06.30 WIB
-             K/ U                              :  baik
-             Tekanan darah          :  110/70 mmHG
-             Suhu                            :  36.4 oC
-             Nadi                             :  82 kali/menit
-             Respirasi                     :  22 kali/menit
-             Ibu mengatakan masih nyeri pada luka saecar
-             Ibu mampu melakukan teknik relaksasi nafas dalam sendiri
-             Ibu mengatakan bisa sedikit istirahat

    Tanggal/Jam : 9/5/2012  -  08.00 WIB
-             Mengkaji payudara dan putting susu ibu
-         Mengajarkan Breast care
Ø  Memberikan infom consent dan choice
Ø  Menjelaskan maksud dan tujuan
Ø  Memasang sampiran / menjaga privacy
Ø  Mencuci tangan
Ø  Mengatur posisi duduk pasien yang nyaman
Ø  Memasang handuk pada bahu dan dibawah perut, sambil melepas pakaian klien
Ø  Mengompres putting susu dengan kapas yang dibasahi minyak kelapa selama 2-3menit
Ø  Mengangkat kapas sambil membersihkan putting susu dengan gerakan memutar dan menarik putting
Ø  Membasahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa
Ø  Melakukan pengurutan gerakan 1 : telapak tangan berada ditengah-tengah diantara kedua payudara kearah putting dilakukan berulang-ulang sampai 20-30kali
Ø  Melakukan pengurutan gerakan 2 : tangan kiri menopang payudara kiri dan tangan kanan dengan sisi telapak tangan melakukan pengurutan dari pangakal payudara kearah putting, dilakukan secara bergantian dengan tangan kanan 20-30 kali.
Ø  Melakukan pengurutan gerakan 3 : gerakan sama dengan teknik gerakan sama dengan teknik gerakan kedua hanya tangan tidak mengurut tetapi membuat lingkaran gerakan kecil menggunakan tiga jari tengah dari pangkal payudara kearah putting, dilakukan secara bergantian dengan tangan merata keseluruh bagian payudara
Ø  Melakukan gerakan 4 : memegang kedua payudara kemudian menggoyang-goyangkan secara bersama-sama sebanyak 5x
Ø  Melakukan massase pada punggung ibu
Ø  Mengompres kedua payudara menggunakan air hangat dengan waslap kemudian mengompres dengan air hangat dan air dingin dan air hangat lagi sebanyak 5 kali.
Ø  Mengeringkan payudara dengan handuk yang ada di bahu sambil menggosok punggung ibu
Ø  Menggunakan BH dan pakaian atas
Ø  Membersihkan peralatan
Ø  Mencuci tangan

-             Mengajarkan perawatan putting susu dengan nipple puller
1.     Membuat alat penarik putting susu dengan spuit 5cc dengan membuang jarum spuit kemudian memotong ujung spuit
2.     Mengajarkan pada ibu cara penggunaan nipple puller yaitu :
Ø  Membersihkan putting susu ibu
Ø  Tempelkan nipple puller pada putting susu ibu dan jangan memegang daerah aerola tetapi pada daerah payudaranya.
Ø   Tarik pendorong spuit, pertahakan sekitar 1 menit
Ø   Setelah itu pindahkan pada payudara yang satunya dengan teknik yang  sama
Ø  Tempelkan nipple puller pada putting susu ibu dan jangan memegang daerah aerola tetapi pada daerah payudaranya.
Ø   Tarik pendorong spuit, pertahakan sekitar 1 menit
Ø  Setelah itu pindahkan pada payudara yang satunya dengan teknik yang  sama

-             Melakukan KIE tentang teknik menyusui :
Ø  Menjelaskan prosedur tindakan yg akan dilakukan
Ø  Mencuci tangan
Ø  Meminta klien untuk mencuci tangan
Ø  Membantu klien duduk dengan santai dan nyaman
Ø  Member kesempatan klien memperagakan cara menyusui menurut klien
Ø  Klien duduk dengan santai dan nyaman
Ø  Mengoleskan ASI sedikit pada putting dan aerola sekitarnya
Ø  Bayi diletakkan mengahan dan perut klien atau payudara
Ø  Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada tangan
Ø  Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu dan yang satu didepan
Ø  Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara
Ø  Telinga dan lengan terletak pada satu garis lurus
Ø  Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
Ø  Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dengan jari yang lain menopang dibawah.
Ø  Jangan menekan putting susu dan aerolanya.
Ø  Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut : menyentuk pipi dengan putting susu atau menyentuh sisi mulut bayi.
Ø  Setelah bayi membuka mulut dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan putting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi
Ø  Usahaka sebagian besar aerola dapat masuk kedalam mulut bayi
Ø  Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perl dipegang atau disangga lagi
Ø  Melepas isapan bayi : jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan kebawah
Ø  Setelah selesai menyusui , asi dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putting ibu dan aerola sekitarnya. Biarkan kering dengan sendirinya.
Ø  Menyendawakan bayi : bayi di gendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggung ditepuk perlahan-lahan atau bayi tidur tengkurap  dipangkuan ibu,kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan


Evaluasi
Tanggal/Jam        : 9-5-2012  jam  13.30 WIB
-             Payudara simetris, warna tidak kemerahan,ujungnya tidak pecah
-             Putting susu sedikit menonjol
-             ASI sudah keluar sedikit
-             Ibu mengerti tetang cara perawatan payudara dan nipple puller
-             Ibu mau melakukan perawatan payudara  sendiri
-             Ibu mengerti tentang teknik menyusui yang benar


CATATAN PERKEMBANGAN I
  Tanggal /Jam       : 09 – 5 – 2012  Jam 17.00
S                             :  Ibu  mengatakan nyeri sedikit berkurang,
                                   Bayinya sudah bisa menyusui dan ASI sudah keluar,
                                O                             :     KU                                    : baik
                                             14.25       - Tekanan darah    : 110/70 mmHG
-    Suhu                                                : 36.4 oC
-    Nadi                                 : 82 kali/menit
-    Respirasi                         : 22 kali/menit
                                            16.05            -   Ibu sudah bisa melakukan mobilisasi miring  kanan miring kiri
-    Putting susu sedikit menonjol
-    Asi keluar, laktasi lancar
-    Lochea rubra berwarna merah segar
                                                17.30       -  Pasien masih menggunakan DC , urine produktif 250cc
-    Kontraksi uterus keras
-    Jahitan luka masih tertutup kasa
A                             :  Ny. Y umur 31 tahun P2A0 Post SC a/i Re SC hari ke- 1 dengan nyeri luka    
   SC dan putting susu inverted
P                             :  mengkaji rasa nyeri
   mengajarkan ibu untuk mobilisasi duduk
   menganjurkan ibu tek relaksasi nfs dlm yg sdh d ajrkn
   mengkaji payudara dan putting ibu
   mengkaji tanda2 mastitis
   memotivasI pemberian asi
   pemberian therapy injeksi


Evaluasi               
Tanggal/Jam        : 9-5-2012 Jam 20.30 WIB
14.25WIB              Ibu mengatakan nyeri berkurang
Ibu sudah bisa duduk tetapi masih membutuhkan bantuan orang lain
16,05WIB              Payudara simetris warna tidak kemerahan dan ujungnya tidak pecah serta putting susunya sudah menonjol
-             ASI sudah keluar dengan lancar
-             Ibu mengerti tentang teknik menyusui yang benar
-             Tidak ada tanda-tanda mastitis
-             Jahitan luka tidak ada pus

CATATAN PERRKEMBANGAN II
Tanggal/Jam        : 10 – 5 – 2012   Jam 08.00 WIB

S                             :  Ibu  mengatakan nyeri  berkurang,
                                   Ibu mengatakan Bayinya sudah bisa menyusui
                                O                             :     KU                                   : baik
-    Tekanan darah              : 110/70 mmHG
-    Suhu                                                : 36.4 oC
-    Nadi                                 : 82 kali/menit
-    Respirasi                         : 22 kali/menit      
                                                                 Ibu sudah bs mlkn mobilisasi duduk
                                                                 Putting susu sedikit menonjol
                                                                Asi keluar, laktasi lancar
                                                                Lochea rubra
                                                                Pasien masing menggunakan DC , urine produktif
                                                                Kontraksi uterus keras
                                                                Jahitan luka masih tertutup kasa
A                             :  Ny. Y umur 31 tahun P2A0 Post SC a/i Re SC hari ke-2
P         08.00WIB :  mengkaji rasa nyeri
  mengajarkan ibu untuk mobilisasi jln
  menganjurkan ibu tek relaksasi nafas dlm yg sdh d ajarkan
  mengkaji payudara dan putting ibu
  mengkaji tanda-tanda mastitis
  Memotivasi utk personal hygiene
  KIE nutrisi ibu nifas
  Melakukan advise dokter untuk  aff dc
  Melakukan advise dokter untuk pemberian therapy injeksi
            11.15 WIB   Melakukan Aff infus
Evaluasi               
Tanggal/Jam        : 9-5-2012 Jam 13.30 WIB
-             Ibu mengatakan nyeri sudah berkurang
-             Putting susu sudah menonjol
-             Ibu sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit
-             Melakukan injeksi
09.00WIB Melaksanakan advise dokter pemberian therapy :
-             Injeksi Cefotaxime    2x1 gr
-             Injeksi Ketorolac      2x1 ampul
-             Injeksi Pospargin     2x1 ampul

CATATAN PERRKEMBANGAN III
Tanggal/Jam        : 10 – 5 – 2012   Jam 08.00 WIB

S                             : Ibu  mengatakan sudah bisa menyusui dengan benar
                                O                             :      
                                                08.30WIB     KU                                    : baik
-    Tekanan darah              : 110/70 mmHG
-    Suhu                                                : 36.4 oC
-    Nadi                                 : 82 kali/menit
-    Respirasi                         : 22 kali/menit      
                                                09.00WIB   Ibu sudah bisa melakukan mobilisasi duduk
                                                                     Putting susu sedikit menonjol
                                                                     Asi keluar, laktasi lancar
                                                                     Lochea rubra berwarna merah segar
                                                                     Pasien masing menggunakan DC , urine produktif
                                                                     Kontraksi uterus keras
                                                                     Jahitan luka masih tertutup kasa

A                                :    Ny. Y umur 31 tahun P2A0 Post SC a/i Re SC hari ke- 3 dengan resiko               
        Infeksi luka operasi
P             Jam 08.00: - KIE tentang pemberian nutrisi agar luka cepat kering
                                  - Anjurkan ibu untuk personal hygiene
                                  - Melakukan perawatan luka operasi
                                  - Mengkaji tanda-tanda infeksi luka operasi               
                Jam 11.00 Kolaborasi pemberian therapy :
                                    Cefadroksil 500 mg 1 tab
                                    Asam Mefenamat 500 mg 1 tab
                                    Metil Ergometin … mg 1 tab-
Jam 11.00 perencanaan pasien pulang

                 
Evaluasi               
Tanggal/Jam        : 10-5-2012 Jam 13.30 WIB
08.00                      Melakukan perawata luka operasi dan luka operasi tampak bersih dan tidak ada pus
09.00                      Keluarga memenuhi persyaratan perencanaan pasien pulang
12.15                      therapy oral diminum
13.00                      ibu pulang
                               
                               



                                                                                                                                                                             2012

                                                                                                                                                                             Ttd
                                                                                                                                                                          dr.anon Sp.OG
                                                                                                                                                             







                                                                                                                                                             





















DAFTAR PUSTAKA

4.